ID
UnduhUnduh

Mengapa Alam Semesta Mengembang

Redaksi Miqo · 1 sumber

Bagaimana kita mengetahuinya

Cahaya dari galaksi-galaksi jauh ternyata bergeser ke arah merah, dan semakin jauh sebuah galaksi, semakin kuat pergeserannya. Hal ini terjadi ketika sumber cahaya bergerak menjauh. Namun, galaksi-galaksi itu tidak menjauh seperti pecahan akibat ledakan: jarak di antara mereka bertambah, dan cahaya pun merenggang sepanjang perjalanannya.

Dari sinilah muncul aturan yang ditemukan pada akhir 1920-an: kecepatan menjauh sebanding dengan jarak. Dua kali lebih jauh berarti dua kali lebih cepat. Tidak ada ledakan yang berperilaku seperti ini, tetapi ruang yang merenggang secara merata memang demikian.

Bayangkan adonan bertabur kismis di dalam oven. Adonan mengembang, dan setiap kismis melihat semua kismis lain menjauh darinya. Tak satu pun berada di pusat.

Gambaran tentang ledakan terus melekat di kepala kita terutama karena namanya. Istilah itu diciptakan oleh seorang astronom yang justru tidak menerima teori tersebut, dan ia mengucapkannya sebagai ejekan. Namanya telanjur melekat, begitu pula gambaran yang sebenarnya tidak ada dalam teori itu.

✕ MITOS

Terjadi ledakan di satu titik, lalu materi beterbangan dari sana ke ruang kosong.

✓ FAKTA

Ruang tidak mengelilingi peristiwa itu, melainkan ikut ambil bagian di dalamnya. Pengembangan terjadi di mana-mana sekaligus, sehingga tidak memiliki pusat, tepi, maupun ruang kosong di luarnya.

Apa yang mengembang dan apa yang tidak

Jarak hanya bertambah di tempat yang tidak ada gaya yang menahan benda-benda tetap menyatu. Di dalam galaksi, gravitasi lebih kuat daripada pengembangan, sehingga Tata Surya tidak meregang, Bumi tidak membesar, dan penggaris tidak memanjang. Yang bertambah adalah jarak antara gugus-gugus galaksi yang jauh, ketika gaya tarik sudah lemah.

Pada akhir 1990-an, terungkap sesuatu yang tidak menyenangkan: pengembangan tidak melambat seperti yang diperkirakan, melainkan semakin cepat. Penyebabnya disebut energi gelap, tetapi nama itu menggambarkan pengamatan, bukan pemahaman. Belum ada yang bisa mengatakan dengan pasti apa yang menciptakannya.

Pertanyaan "mengapa mengembang" ternyata lebih rumit daripada yang terlihat. Persamaan gravitasi tidak memungkinkan Alam Semesta yang diam: ia harus mengembang atau menyusut. Pengamatan menunjukkan bahwa Alam Semesta mengembang. Namun, apa yang memberinya dorongan awal masih menjadi pertanyaan terbuka.

Ada juga akibat praktisnya. Jika percepatan ini terus berlangsung, galaksi-galaksi yang jauh pada akhirnya akan melewati cakrawala pengamatan, dan langit yang dilihat para pengamat di masa depan akan jauh lebih miskin daripada langit kita. Kita hidup pada zaman yang menguntungkan bagi astronomi, dan itu bukan sekadar ungkapan.

Lanjutkan membaca di aplikasi Miqo

Masih ada 1 menit bacaan, lalu kuis di akhir. Temukan di “Antariksa → Awal mula alam semesta”

Kode QR untuk mengunduh aplikasi Miqo

Arahkan kamera ponsel ke sini untuk membuka App Store atau Google Play.

Sumber

  1. Hubungan antara jarak dan kecepatan menjauh: pengamatan Edwin Hubble dan Vesto Slipher, pada 1910-an hingga 1920-an. Pengembangan yang dipercepat ditemukan pada 1998 melalui pengamatan supernova